BPET MUI Dukung Densus 88: Tak Ada Kriminalisasi Ulama dan Islamofobia

Ontimes.id, Jakarta – Berdasarkan berita kriminalisasi terhadap Ulama yang diduga sebagai terorisme, hal ini kemudian membuat Muhammad Najih Arromadloni Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI angkat bicara.
“Tak ada istilah kriminalisasi ulama dan Islamofobia” bagitu kira kira ungkapnya dalam satu kesempatan Mabes Polri (Kamis 25/11/2021). Najih mendukung kontribusi desnsus 88 untuk menanggulangi peristiwa tersebut.
Baca juga : Densus 88 Anti Teror Tangkap Terduga Teroris dan Sita 791 Kotak Amal
“MUI mendukung dan mengapresiasi Densus 88 dalam kinerja penanggulangan radikal dan terorisme. Dan dalam kaitan ini kami percaya, tidak ada yang disebut dengan kriminalisasi ulama atau Islamofobia karena kepentingan negara adalah menjaga keamanan, menjaga keselamatan rakyat dan dalam hal ini karena itu kami memberikan dukungan dan apresiasi kemudian kasus ini juga menjadi bahan evaluasi kami di MUI,” ujar Najih.
Baginya terorisme tidak hanya terbatas pada pelaku dilapangan, tetapi ada banyak unsur yang terlibat didalamnya yang juga memberikan arahan dan jalan agar tujuan tidak baik tersebut berhasil.
“Dalam kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan bahwa yang disebut terorisme, yang dilarang dalam aktivitas terorisme bukan hanya berlaku bagi pelaku lapangan tetapi juga untuk pihak yang membantu proses aktivitas terorisme itu. Dalam hal ini yang disampaikan oleh Pak Aswin tadi, terkait dengan pendanaan. Karena tentu saja terorisme terjadi tidak hanya melibatkan satu unsur tetapi ada banyak unsur yang menjadi supporting system dalam kegiatan terorisme,” tegas Najih.
Najih juga menyampaikan bahwa ada tujuh sikap MUI usai penangkapan teroris Zain An Najah. harapan Najih kepada masyarakat agar tidak reaktif terhadap peristiwa ini.
“MUI mengimbau kepada masyarakat untuk tidak reaktif dan membuat kegaduhan termasuk dengan mengangkat isu pembubaran Densus 88 dan pembubaran Majelis Ulama Indonesia. Kesalahan personal tidak bisa ditimpakan kepada instansi atau organisasi,” ungkap Najih
Baca Juga : Forum Santri Sahabat Polisi (FSSP) Minta Jangan Benturkan Polisi dan Ulama
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah, Ahmad Zain An Najah, dan Anung Al Hamat. Ketiganya ditangkap di Bekasi, Jawa Barat dan saat ini berstatus tersangka tindak pidana terorisme yang berkaitan dengan kegiatan terorisme Jamaah Islamiyah (JI).
Untuk diketahui, Zain An Najah tercatat sebagai salah satu anggota Komisi Fatwa MUI. Kini dia telah dinonaktifkan dari kepengurusan MUI.
(hnf/nk)*